Bergerak cepat, adaptif, dan terarah. Menindaklanjuti kesuksesan agenda penyusunan KSP Berbasis Diversifikasi dan pertemuan hangat bersama wali murid beberapa waktu lalu, SMA Maarif Lawang kembali mematangkan mesin organisasinya. Pada hari Sabtu kemarin, sekolah menggelar Rapat Dinas Pembagian Beban Kerja dan Tugas Guru untuk Tahun Ajaran Baru 2026/2027 di ruang pertemuan utama.
genda utama rapat dimulai dengan pemaparan detail mengenai jadwal pembelajaran tatap muka serta pembagian tugas wali kelas dan tugas tambahan guru. Manajemen penomoran jam dan penempatan guru dilakukan secara presisi guna memastikan tidak ada benturan jadwal, sekaligus menjaga efektivitas beban kerja yang proporsional bagi setiap tenaga pendidik.
Wali kelas yang terpilih tahun ini diberikan amanah besar sebagai garda depan pengawas perkembangan akademik sekaligus mentor karakter bagi para siswa di kelas. Langkah ini diperkuat dengan komitmen pelaksanaan pengembangan kurikulum berkelanjutan. Pihak sekolah memastikan draf KSP Diversifikasi yang telah dirancang sebelumnya langsung diturunkan ke dalam modul ajar konkrit, perangkat asesmen yang adil, serta ritme administrasi yang sinkron dengan kalender akademik.
Sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan budaya mutu, SMA Maarif Lawang tidak menutup mata terhadap ruang-ruang perbaikan. Sesi revisi dan evaluasi performa semester tahun kemarin menjadi agenda penting yang dikupas secara objektif.
Berdasarkan draf evaluasi internal dan catatan supervisi, sekolah melakukan penyempurnaan pada strategi pembelajaran yang dirasa kurang optimal. Evaluasi ini menjadi landasan pacu baru agar kelemahan di masa lalu berubah menjadi kekuatan dan inovasi di tahun ajaran baru ini.
Fokus utama dalam rapat dinas kali ini adalah penegasan kembali dan penajaman implementasi 3 Pilar Program Unggulan SMA Maarif Lawang. Seluruh guru diinstruksikan untuk menyisipkan ketiga nilai utama ini ke dalam program intrakurikuler maupun kokurikuler:
Kewirausahaan (Entrepreneurship): Menumbuhkan jiwa mandiri, kreatif, dan inovatif siswa lewat projek-projek ekonomi kreatif yang mampu menggali serta mengoptimalkan potensi lokal para siswa
Religius (Karakter & Akhlakul Karimah): Penguatan pembiasaan ibadah rutin, budaya aman, nyaman, dan penanaman nilai spiritualitas yang kuat sebagai fondasi moral siswa di tengah perkembangan zaman.
Double Track (Kesiapan Kerja & Keterampilan): Mematangkan program keahlian ITC , Tata Busana. Tata Boga dan bidang otomotif bagi para siswa, agar mereka tidak hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga sertifikat keahlian terstandarisasi yang siap pakai di dunia kerja.
Dengan selesainya rapat dinas ini, seluruh instrumen pendidikan di SMA Maarif Lawang—mulai dari jajaran manajemen, guru senior, tenaga pendidik baru, hingga staf tata usaha—telah berada dalam satu frekuensi dan satu visi yang sama.

Tinggalkan Komentar