SMAMALA– Senin sore, 17 Agustus 2026, Lapangan Sumberwaras, Kecamatan Lawang, menjadi saksi salah satu momen paling khidmat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah Sang Merah Putih berkibar sepanjang hari, tibalah waktunya bendera diturunkan dengan penuh penghormatan.
Di antara barisan Paskibraka Kecamatan Lawang, berdiri 11 siswa-siswi SMA Maarif Lawang yang telah melewati proses panjang sebelum akhirnya dipercaya menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera tahun ini.
Mereka bukan sekadar hadir sebagai peserta upacara. Mereka membawa nama sekolah, hasil latihan, kedisiplinan, sekaligus tanggung jawab yang telah dipersiapkan selama berminggu-minggu.
Menjadi bagian dari Paskibraka Kecamatan Lawang bukanlah proses instan. Sebelas siswa-siswi SMA Maarif Lawang terlebih dahulu mengikuti tahapan seleksi, sebelum kemudian menjalani pelatihan intensif selama kurang lebih tiga minggu.Selama masa pelatihan, mereka ditempa melalui latihan baris-berbaris, pembentukan fisik, kedisiplinan, kekompakan, mental, hingga kemampuan menjalankan setiap gerakan secara presisi . Tiga minggu menjadi perjalanan yang tidak selalu mudah.
Bagi SMA Maarif Lawang, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan karakter siswa. Sebab menjadi Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris. Di dalamnya terdapat pembelajaran tentang tanggung jawab, disiplin, kepemimpinan, kerja sama, dan pengabdian.
Setelah rangkaian latihan dan tugas sepanjang peringatan HUT Kemerdekaan, sore hari 17 Agustus 2026 menjadi salah satu momen yang paling dinantikan.
Upacara penurunan Bendera Merah Putih berlangsung dengan khidmat. Prosesi tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan kemerdekaan pada hari itu. Di tingkat Kecamatan Lawang, Paskibraka menjadi bagian penting dalam menjalankan prosesi bendera
Ketika Sang Merah Putih perlahan diturunkan, seluruh proses yang telah dijalani selama tiga minggu seolah menemukan maknanya . Bagi 11 siswa-siswi SMA Maarif Lawang, momen tersebut bukan hanya menjadi pengalaman dalam sebuah upacara. Ini menjadi pengalaman yang akan mereka bawa sebagai bagian dari perjalanan masa sekolah.

Tinggalkan Komentar