Perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Di SMA Maarif Lawang, langkah itu dimulai dari sebuah kesadaran sederhana: belajar tidak hanya tentang memahami teori, tetapi juga tentang bagaimana ilmu dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan.
Berangkat dari materi Ibu Mawaddah S.pd tentang Kimia Hijau , siswa-siswi di kelas XI Mipa SMA Maarif Lawang mulai diajak melihat lingkungan sebagai ruang belajar sekaligus ruang untuk menciptakan perubahan. Dari sana, tumbuh gagasan bahwa siswa bukan hanya sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di lingkungan sekolah.
Dimulai dari pengamatan dari hal kecil seperti pengelolaan sampah di SMA Maarif Lawang yang semuanya bercampur dan menjadi kumuh, maka atas inisiasi siswa siswi kelas XI Mipa menjadi Penggerak dengan membuat pemilihan tempat sampah dari barang bekas. yang semula semua limbah dan sampah sekolah kini dibagi bermacam macam seperti sampah organik, non organik dsb.
Melalui kegiatan kokurikuler, proses tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah ekosistem yang lebih luas. Siswa didorong untuk belajar dari lingkungan, mengolah potensi yang ada, mengembangkan kreativitas, hingga menghasilkan karya yang memiliki nilai keberlanjutan.
Semua proses tersebut bermuara pada satu tujuan: membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beriman, berpikir kritis, kreatif, mandiri, mampu bergotong royong, berjiwa kewirausahaan, berwawasan global, serta peduli terhadap lingkungan.

Tinggalkan Komentar